Senin, 08 Februari 2021

Penyebab Rugi Saat Investasi

Selalu ingin untung! ya itulah mindset para investor pemula diseluruh dunia. Sebagai investor yang smart, maka kita harus punya mindset yang benar yakni yang namanya investasi tentu tidak luput dari yang namanya RUGI. agar investasi tidak menghasilkan kerugian, tentunya smart investor mempunyai cara yang tepat dalam mengelola investasinya. Akan tetapi, pada artikel ini tim yukbelireksadana akan membahas Penyebab Rugi Saat Investasi yang sering dialami oleh para investor pemula. Secara umum, ada dua faktor yang menjadi Penyebab Rugi Saat Investasi. Apa saja itu ?



Penyebab Rugi Saat Investasi -  Pemilihan Investasi yang Sembarangan

Investor pemula adalah investor yang belum mempunyai pengalaman dalam memilih investasi tepat, seringkali instrumen investasi yang dipilih kurang tepat sehingga menghasilkan kerugian. Contoh yang sering terjadi adalah pada saat memilih Reksa Dana, alasan pemilihan jenis investor Reksa Dana bisa saja hanya berdasarkan rekomendasi teman dekat atau tanpa mengetahui tren kinerja dari produk Reksa Dana dan sejarah dari manajer investasi pengelola produk Reksa Dana.

Ingat pepatah JANGAN BELI KUCING DALAM KARUNG. Teliti dulu sebelum membeli, minimal cari artikel terkait manajer investasi yang akan mengelola dana dari Reksa Dana yang kamu pilih. Adapun beberapa pertimbangan yang bisa kamu gunakan yakni:

  1. Seberapa besar dana kelolaanya ?
  2. Bagaimana expense ratio nya dibandingkan manajer investasi yang lain  pada Reksa Dana sejenis ?
  3. Berapa return rata-rata pertahunnya ?
  4. Apa saja "isi" dari reksadana yang kamu beli ?
Semua informasi tersebut dapat kamu peroleh di prospektus calon reksa dana yang akan kamu beli!.



Penyebab Rugi Saat Investasi - Strategi Investasi Tidak Terukur

Meskipun produk Reksa Dana yang dipilih sudah baik, jika kita salah dalam menggunakanya maka akan menghasilkan kerugian juga. Strategi investasi yang tidak terukur ini biasa terjadi pada saat investor tidak memunyai tujuan investasi. Pada akhirnya, bukan malah berniat investasi namun hanya mengejar keuntungan jangka pendek. Jelas hal ini merupakan kesalahan yang sering dialami oleh investor pemula.

Salah satu cerita singkat dari kejadian ini yakni ketika ada investor yang membeli Reksa Dana Saham dengan harga Rp 1.000/unit. Seminggu setelah pembelian, kondisi pasar lagi bagus sehingga harganya sudah naik jadi Rp 1.050/unit atau kira-kira menghasilkan keuntungan 5%. Total dana investasi yang digunakan adalah Rp 10.000.000, jika keuntunganya 5% maka kurang lebih sudah dapat Rp 500.000. 



Merasa bahwa sudah mendapatkan keuntungan, seringkali investor baru ini langsung menjual unit yang dimilikinya. Tiga hari kemudian ternyata Reksa Dana yang tadi baru saja dijual harganya turun dari Rp 1.050/unit menjadi Rp 1.030/ unit. Pada momen ini, biasanya investor yang telah menjual unitnya diawal akan tergoda untuk membeli lagi dengan harapan harganya bisa 'mantul' / naik lagi. Ternyata, setelah dibeli kembali di harga Rp 1.030/unit, celakanya malah terjun ke Rp 1.015/unit. Karena kaget harga tidak sesuai harapan, sang investor muda lalu menjual nya langsung dan malah menanggung kerugian karena takut harga semakin turun. Apabila ditotal dengan keuntungan diawal, ternyata pada akhirnya malah mengalami kerugian. 


Baca Juga: Persiapkan Dana Mudik Dengan Menabung Reksadana


Hal seperti inilah yang harus diketahui oleh para investor baru. Kenaikan/penurunan sementara tidak mempengaruhi harga Reksa Dana dalam jangka panjang. Harga bisa saja terus naik jika fundamental Reksa Dana tersebut bagus. Akan tetapi, akan sulit menebak jika dilakukan dalam jangka pendek. Instrumen investasi reksadana adalah tempat yang tepat bagi anda yang ingin menaikan kekayaan dalam jangka panjang. Oleh karena itulah tujuan investasi sangatlah penting karena menjadi alasan kita agar tidak menjual Reksa Dana sebelum tujuan investasi tercapai. Reksa Dana yang mempunyai fundamental yang baik tentu akan mengikuti kenaikan pasar seiring dengan sejarah atau tren nya yang terus naik dalam jangka panjang.


Kamis, 30 April 2020

Persiapkan Dana Mudik dengan Reksadana

Mudik adalah acara rutin nasional mayoritas masyarakat Indonesia pada saat menjelang hari raya idul fitri. Mudik merupakan aktifitas untuk pulang ke kampung halaman bagi orang yang telah lama merantau. Untuk mudik, biasanya butuh dana yang harus dipersiapkan mulai dari untuk transportasi, konsumsi perjalanan, dan kebutuhan hidup di kampung halaman. Tunjangan hari raya atau THR merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan di bulan Ramadhan khususnya untuk memenuhi keperluan mudik lebaran. Akan tetapi, tidak semua orang mempunyai jumlah THR yang besar sehingga dapat digunakan untuk mudik. Bagi karyawan atau pekerja kelas menengah yang bekerja jauh dari kampung halaman tentu akan berpikir ulang untuk mudik setiap tahun. Namun, saat ini tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena kita bisa Persiapkan Dana Mudik dengan Reksadana. Bagaimana cara Persiapkan Dana Mudik dengan Reksadana ? Bagaimana cara memulai nya ? simak artikel dari yukbelireksadana berikut ini.

Persiapkan Dana Mudik dengan Reksadana
Persiapkan Dana Mudik dengan Reksadana


Baca Juga: Buka Rekening Reksadana Online Aplikasi Bibit Disini! Panduan-nya? Klik Disini

Persiapkan Dana Mudik dengan Reksadana - Tunjangan Hari Raya Untuk Mudik

Tunjangan hari raya (THR) sangat dibutuhkan karena untuk menunjang segala kebutuhan pada saat hari raya lebaran. Setiap lebaran, pengeluaran akan cenderung membesar bagi mereka yang menjalankan ritual mudik ke kampung halaman. Salah satu faktor dominan yang membuat mudik menjadi begitu mahal diantaranya tiket transportasi baik pesawat, kapal laut, dan angkutan darat akan serta merta naik secara signifikan dibandingkan bulan bulan biasanya. Faktor lain yang juga menjadi pemicu pengeluaran membengkak saat lebaran yakni memberi uang ke sanak saudara, pengeluaran untuk liburan, dan belanja kebutuhan pribadi.

Tunjangan Hari Raya (THR) yang nominalnya hanya satu kali gaji seringkali tidak mencukupi seluruh pengeluaran yang telah disebutkan daitas. Namun, agar hal tersebut tidak terjadi maka kita harus mempersiapkan rencana mudik yang matang dan terencana. Persiapkan Dana Mudik dengan Reksadana merupakan salah satu cara agar mudik menjadi indah dan menyenangkan.

Baca Juga: Berangkat Umroh dengan Nabung di Reksadana Syariah

Persiapkan Dana Mudik dengan Reksadana - Tiga Cara Mengelola THR untuk Persiapan Mudik

Kurang lebih ada tiga tahapan pengelolaan THR agar mudik kita dapat berjalan indah dan menyenangkan. Adapun langkah-langkah tersebut diantaranya:

  1. Urutkan terlebih dahulu prioritas pengeluaran saat lebaran dari yang paling besar. Seringkali pengeluaran yang paling besar saat lebaran yakni untuk membeli tiket ke kampung halaman. Jika mudik menggunakan pesawat terbang, biasanya akan muncul dana tambahan yakni untuk keperluan wisata dan liburan di kampung halaman.
  2. Ketika prioritas pengeluaran sudah diketahui, jumlahkan seluruh pengeluaran tersebut. Misalkan harga tiket untuk mudik Pulang Pergi pesawat adalah Rp 4 juta dan pengeluaran untuk liburan adalah Rp 3 juta. Maka jumlah dana yang harus kita siapkan sekitar Rp 7 juta untuk mudik tahun depan. Nominal dan jangka waktu yang ada tersebut merupakan target utama yang harus kita capai.
  3. Terakhir, cari cara yang paling tepat untuk memenuhi target utama yang telah ditetapkan pada langkah kedua tadi. Cara yang paling sederhana yakni menabung. Jika membutuhkan dana Rp 7 juta, maka kita harus menabung sebesar Rp 1 jt selama  7 bulan sebelumnya. Akan tetapi, ada cara alternatif untuk memenuhi target tersebut yang nominal tabungan perbulanya lebih kecil yakni dengan investasi reksadana. dengan Persiapkan Dana Mudik dengan Reksadana, kemungkinan hasil yang akan didapatkan bisa lebih besar atau bahkan bisa mencapai target dana lebih cepat dari waktu awal yang ditargetkan.
Salah satu produk investasi yang bisa anda gunakan yang sesuai dengan syariat islam adalah produk reksadana syariah. Begitulah cara mudah Persiapkan Dana Mudik dengan Reksadana.

Rabu, 29 April 2020

Berangkat Umroh dengan Reksadana Syariah

Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Secara syariat islam, seseorang yang dianggap sudah mampu maka wajib menunaikan ibadah haji atau lebih dikenal dengan istilah pergi haji. Akan tetapi, jumlah kuota haji yang tidak sebanding dengan jumlah masyarakat yang ingin pergi haji menyebabkan daftar antrian yang cukup panjang. Bahkan, orang-orang rela untuk mengantri berangkat haji sampai belasan tahun karena rindu sekali untuk bertamu di rumah tuhan yaitu mekah. Bagi beberapa orang yang sudah tidak sabar menunggu untuk berhaji biasanya pergi umroh terlebih dulu. Umroh mulai populer dimasyarakat Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu dan bisa dibilang umroh adalah wisata religi bagi pemeluk agama islam. Berangkat Umroh dengan Reksadana Syariah merupakan salah satu cara agar bisa berangkat umroh menggunakan tabungan reksadana. Pensaran bagaimana caranya ? 

Berangkat Umroh dengan Reksadana Syariah
Berangkat Umroh dengan Reksadana Syariah

Berangkat Umroh dengan Reksadana Syariah - Harga Paket Umroh dan Pilihan Reksadana Syariah

Saat ini harga dari paket umroh yang disediakan oleh beberapa agen umroh yang terdaftar di kementerian agama yakni sekitar Rp 20 juta. Jika ditambah dengan uang saku dan biaya lain-lain yang harus kita siapkan sendiri maka katakanlah kita harus mengantongi lagi sejumlah Rp 5 juta. Dengan asumsi tersebut, untuk berangkat umroh diperlukan sekitar Rp 25 juta per orang. Dan untuk pasangan maka total yang harus disiapkan adalah Rp 50 juta per orang. Bagi mayoritas orang yang tergolong dalam ekonomi menengah kebawah tentu nominal tersebut terbilang besar, oleh karena itu perlu adanya persiapan dana terlebih dahulu yang matang dan terencana.
Berangkat ibadah umroh dengan uang hasil pinjaman atau berhutang tentu akan terasa tidak nyaman, namun saat ini anda bisa menyiapkan dana Berangkat Umroh dengan Reksadana Syariah. Anda akan menabung biaya umroh pada produk investasi syariah yang lebih murah dan sesuai dengan syariat ajaran islam.

Baca Juga: Buka Rekening Reksadana Online di Bibit! Ini Panduan-nya!

Saat ini sudah banyak produk-produk investasi reksadana syariah yang bertebaran di manajer investas yang ada di Indonesia. Bagi anda yang belum mempunyai akun rekening reksadana, saya menyarankan menggunakan aplikasi bibit dan memilih preferensi reksadana syariah sebagai pilihan investasi reksadana yang digunakan. Adapun contoh dari produk reksa dana syariah yang ada dalam aplikasi reksadana bibit diantaranya:

  1. Schroder Dana Likuid Syariah
  2. Major Pasar Uang Syariah Indonesia
  3. Manulife Dana Kas Syariah
  4. Majoris Sukuk Negara Indonesia
  5. Dan lain-lain
Contoh diatas merupakan contoh beberap produk investasi reksadana syariah yang dapat mewujudkan mimpi kita semua untuk berangkat umroh.

Baca Juga: Beli Reksa Dana Saat NAB Rendah

Berangkat Umroh dengan Reksadana Syariah - Contoh Simulasi Investasi Reksadana Syariah

Untuk lebih jelasnya, mari kita simulasikan bagaimana investasi di reksadana syariah dapat mengamankan dana umroh kita di masa depan.

Kita mulai dengan menganalisa harga paket umroh yang standar. Katakanlah saat ini harga paket umroh standar adalah Rp 25 juta per orang dengan nilai rata-rata inflasi tahunan 4%. Jika anda ingin berangkat umroh dalam 5 tahun ke depan maka perkiraan harga paket umroh akan naik sebesar Rp 30,4 Juta.
Akan tetapi, jika anda ingin pergi umroh 10 tahun lagi maka perkiraan harga yang ada adalah 37 juta. Perkiraan harga paket umroh di masa depan ini merupakan target investasi yang kita putuskan.
Misalnya kita menggunakan rata-rata return dari reksadana syariah produk A, maka kita hanya perlu menabung sekitar Rp 400.000 per bulan selama 5 tahun, nilai investasi kita akan naik menjadi Rp 31,2 juta yang artinya sudah melebihi prediksi harga paket umroh. Sedangkan jika kita melakukan ivnestasi yang lebih lama lagi, maka uang yang perlu kita tabung hanya Rp 190.000,- selama 10 tahun akan mendapatkan hasil Rp 38,1. 
Jadi daripada berhutang dan membayar bunga yang mahal untuk umroh, bukankah lebih baik bersabar dulu beberapa tahun dan menabung reksadana sehingga bisa berangkat umroh dengan aman, nyaman, tunai, dan sesuai syariah karena menabung pada instrument reksadana syariah. Semoga kita semua bisa Berangkat Umroh dengan Reksadana Syariah.

Senin, 27 April 2020

Membeli Reksadana Saat NAB Rendah ?

Istilah yang sering kita temui dalam dunia reksa dana adalah istilah Nilai Aktiva Bersih (NAB) per Unit Penyertaan (UP) yang disingkat NAB/UP. NAB/UP adalah harga dari reksa dana yang menjadi tolak ukur perhitungan harga dari suatu reksadana. Patokan yang sering kita gunakan untuk melakukan transaksi pembelian, penjualan, atau pengalihan (switching) yakni NAB/UP. Lalu, bagaimana jika kita Membeli Reksadana Saat NAB Rendah ? apakah selalu menguntungkan ? ataukah bahkan menghasilkan kerugian ? pada kesempatan kali ini, yukbeli reksadana akan membahas tuntas tentang efek yang terjadi jika Membeli Reksadana Saat NAB Rendah.


Membeli Reksadana Saat NAB Rendah ?
Membeli Reksadana Saat NAB Rendah ?

Membeli Reksadana Saat NAB Rendah ? - Mitos Tentang Murah dan Mahalnya Reksadana

Setiap produk reksadana mempunyai besaran NAB/UP yang berbeda-beda. Nilai NAB/UP reksadana bermacam-macam mulai ada yang nilainya Rp 1400,- NAB/UP atau bahkan bisa sampai dengan nominal yang besar seperti Rp 17.000,- NAB/UP.  Nilai dari besar kecilnya NAB/UP seringkali dijadikan sebagian investor sebagai tolak ukur murah atau mahalnya suatu reksa dana. Seringkali investor menganggap bahwa nominal yang tinggi dianggap mahal sedangkan nominal rendah dianggap murah. Akhirnya, muncul sebuah anggapan bahwa reksadana yang mempunyai harga tinggi akan susah memberikan imbal hasil ke investor sedangkan yang murah akan lebih mudah naik sehingga memberikan keuntungan.

Baca Juga: Buka Rekening Reksadana Sekarang Juga Secara Online! Lihat Panduan-nya Disini!

Dari uraian diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa pemahaman investor seperti pemaparan diatas jelas salah. Faktor yang mempengaruhi perubahan harga reksadana bukan dari harganya akan tetapi strategi manajer investasi yang sukses dalam mengelola dana dan kondisi harga instrumen investasi di pasar. Reksa dana dengan harga berpapaun, jika saham dan obligasi yang terdapat dalam aset portofolio reksadana sedang baik, maka harga reksadana akan ikut terangkat naik seiring dengan kenaikan aset yang menjadi portofolio reksadana tersebut. Hal itu juga berlaku sebaliknya jika nilai aset yang ada di portofolio reksadana tersebut turun. Harga reksadana juga akan ikut menurun seiring nilai aset portofolionya. 

Baca Juga: Siapkan Dana Pensiun Mandiri Dengan Reksa Dana

Membeli Reksadana Saat NAB Rendah ? - Pengaruh NAB Reksadana Terhadap Keuntungan

Masalah tinggi atau rendahnya NAB/UP suatu reksa dana disebabkan oleh aset-aset dalam portofolio reksadana mengalami kenaikan. Pada umumnya, reksadana yang baru saja diterbitkan mempunyai NAB/UP yang lebih kecil dibandingkan reksadana yang lebih lama diluncurkan. Unit Penyertaan (UP) adalah satuan yang digunakan dalam berinvestasi reksadana. Misalnya anda mempunyai dana sebesar Rp 2 juta untuk membeli dua buah produk reksadana C dan D masing-masing anda beli Rp 1 juta. Reksadana C mempunyai NAB/UP nya Rp 1.000,- maka anda akan mendapatkan 1.000 unit penyertaan reksadana C.  Sedangkan reksadana D mempunyai nilai NAB/UP nya sebesar Rp 2.500,- maka anda akan mendapatkan Rp 400 unit penyertaan unit reksadana D.
Nominal total investasi anda akan tetap Rp 2 juta dengan detail masing-masing berada di Reksadana C (1000 unit penyertaan) dengan nominal Rp 1 juta dan di Reksadana D (400 unit penyertaan) dengan nominal Rp 1 juta. Keuntungan akan didapatkan dari selisih harga dari NAB/UP antara penjualan dan pembelian reksadana.
Adapula contoh lain terkait kinerja produk reksa dana tidak dipengaruhi oleh besar atau kecilnya nominal NAB dengan cara membandingkan beberapa produk reksadana melalui data yang terjadi dalam fund fact sheet.  Imbal hasil reksadana merupakan selisih antara NAB/UP saat jual dan beli, oleh karena itu berapapun NAB/UP reksadana yang anda pilih tidak akan jadi permasalahan. Yang harus menjadi fokus kita adalah imbal hasil reksadana yang kita pilih dan stabilitas reksadana tersebut dalam memberikan imbal hasil yang sesuai dengan tujuan investasi kita. Jadi, apakah masih bertahan untuk Membeli Reksadana Saat NAB Rendah ? 

Minggu, 26 April 2020

Siapkan Pensiun dengan Reksa Dana

Bekerja adalah cara yang kita gunakan untuk mendapatkan pendapatan. tetapi, tentu akan tiba saatnya setiap orang yang bekerja mengalami masa pensiun. Di Indonesia, tidak banyak perusahaan yang mempunyai program pensiun bagi para karyawanya. Padahal, ketika usia tidak lagi muda dan tidak lagi produktif saat masih muda, kita masih punya kebutuhan yang harus dicukupi agar bisa bertahan hidup dan menikmati masa tua. Untuk mengatasi hal tersebut, ada langkah yang bisa diambil walaupun tidak mendapatkan program pensiun dari perusahaan. Langkah tersebut adalah Siapkan Pensiun dengan Reksa Dana. Menyiapkan program pensiun secara mandiri dengan memanfaatkan instrumen investasi reksa dana adalah salah satu langkah yang tepat agar bisa hidup tenang di hari tua.

Siapkan Pensiun dengan Reksa Dana
Siapkan Pensiun dengan Reksa Dana


Siapkan Pensiun dengan Reksa Dana- Rata-Rata Usia Masa Pensiun di Indonesia

Di Indonesia, masa pensiun rata-rata orang di Indonesia adalah usia 56 tahun dengan harapan hidup sampai dengan perkiraan 70 tahun. Data tersebut menunjukan bahwa setiap orang yang pensiun, harus mempunyai dana untuk bertahan hidup sekitar 14 tahun agar kebutuhan sehari-harinya bisa terpenuhi karena sudah tidak ada pemasukan gaji. Tak heran jika banyak orang yang sangat berjaya pada karirnya dan dapat mempunyai hidup mewah, akan tetapi saat usia nya mulai menua hidup kurang sejahtera bahkan menggantungkan keuangan dari anak atau keluarga. Hal inilah yang saat ini banyak terjadi, banyak orang tua yang menggantungkan kehidupan keuanganya kepada anak akibat tidak bersiap untuk menjalani masa pensiun.
Jika keturunan dan keluarga dapat membantu untuk mencukupi kebutuhan selama masa tua tidak akan masalah, akan tetapi akan jadi masalah jika tidak ada yang bisa membantu kita pada saat telah memasuki masa pensiun. Itulah pentingnya menyiapkan dana pensiun dengan Siapkan Pensiun dengan Reksa Dana. Jangan sampai dimasa pensiun nanti kita akan merepotkan anak atau keluarga karena mereka sendiri mempunyai biaya-biaya hidup yang harus dipenuhi. Oleh karena itu penting sekali agar mempersiapkan dana pensiun secara mandiri melalui program Siapkan Pensiun dengan Reksa Dana.

Baca Juga: Hal yang dilakukan saat Investasi Turun!

Siapkan Pensiun dengan Reksa Dana - Rencana Tabungan Pensiun dengan Reksadana

Menabung pensiun secara mandiri adalah yang penting untuk dipersiapkan karena dengan adanya pasif income dihari tua tentu akan sangat membantu kita dan membuat kita tidak bergantung pada belas kasihan orang lain. Celakanya, mayoritas orang merasa bahwa setiap bulanya mereka tidak punya cukup uang untuk disisihkan setiap bulanya sebagai persiapan dana pensiun. Perlu digaris bawahi kembali bahwa Tabungan Pensiun harus menjdi prioritas. Semakin lama menunda, maka semakin besar nominal yang harus disisihkan seiap bulan agar dapat mencukupi tujuan ataupun keperluan yang ingin dicapai pada masa pensiun. Mulailah untuk mempunyai tekat menjadi generasi mandiri finansial baik dimasa muda ataupun dimasa tua.

Baca Juga: Buka Rekening Reksadana Sekarang Juga Secara Online! Ini Panduan-nya!

Untuk mempersiapkan dana pensiun, ada banyak cara yang bisa dilakukan salah satunya yakni memanfaatkan instrumen investasi reksa dana. Reksadana saham adalah instrumen yang sangat tepat digunakan sebagai persiapakan dana pensiun yang merupakan tujuan jangka panjang (di atas 10 tahun). Di beberapa marketplace reksadana, kita akan diberikan bermacam-macam pilihan reksadana saham yang sesuai dengan pilihan profile risiko yang kita miliki. Dengan setidaknya 5 atau 15 per sen penghasilan bulanan yang kamu sisihkan secara mandiri mulai saat ini, masa tua kita akan lebih cerah dari pada sebelumnya.

Hayo rekan, tunggu apa lagi ? Siapkan Pensiun dengan Reksa Dana sekarang juga! 

Kamis, 23 April 2020

Hal yang Dilakukan Saat Investasi Turun

Pada saat awal memulai investasi reksadana pastinya tujuan kita semua adalah agar uang yang kita miliki terus bertambah serta tidak digerus oleh inflasi setiap tahun. Selain itu, tujuan kita berinvestasi adalah untuk mencapai target-target keuangan tertentu misalnya berangkat haji, umroh, membeli mobil atau untuk membiayai pendidikan anak ataupun untuk liburan ke luar negeri. Akan tetapi, perlu digaris bawahi bahwa namanya investasi tentu mempunyai risiko yang menyebabkan nilai investasi yang kita miliki menurun. Namun, jika nilai investasi kita menurun ada beberapa Hal yang Dilakukan Saat Investasi Turun. Sebagai seorang investor, anda tidak perlu panik, cemas, atau bahkan melakukan tindakan gegabah dengan menjual semua investasi anda saat itu juga. Langung saja baca artikel ini sampai selesai.

Hal yang Dilakukan Saat Investasi Turun
Hal yang Dilakukan Saat Investasi Turun

Hal yang Dilakukan Saat Investasi Turun - Tiga Langkah yang Dilakukan Saat Investasi Turun

Saya pribadi dan beberapa investor lain tentunya sedih saat melihat nilai investasi yang kita miliki turun. Namun, kami tidak hanya terlelap dalam kesedihan ataupun melakukan tindakan yang kurang menguntungkan. Adapun beberapa Hal yang Dilakukan Saat Investasi Turun

1. Menambah Investasi
Jika tujuan investasi yang kita lakukan masih panjang diatas 3 tahun maka menambah investasi dikala kondisi pasar sedang tidak bagus adalah pilihan yang tepat. Contohnya jika seorang investor yang investasi di produk reksadana dengan nominal investasi Rp 6,6 Juta. Adapun rincian portofolio investasinya saat ini mempunyai NAB Per unit Rp 1.650 dengan jumlai unit yang dimiliki adalah sebanyak 4000 unit.
Kemudian nilai pasar NAB per unit sekarang yakni Rp 1.500. Artinya jika dijumlahkan secara total maka nilai investasinya saat ini adalah Rp 6.000.000 atau investor ini mengalami kerugian yang belum direalisasi (unrealized loss) sebesar Rp 600.000 atau sekitar 9,1%.
Dengan adanya transaksi ini maka total modal investasi yang dimiliki adalah Rp 8.000.000, portofolioinvestasi berubah menjadi 5000 unit dengan NAB per unit adalah 1.600. Dengan transaksi yang terjadi pada akhir ini maka investor dapat meminimalisir kerugian yang belum terealisasi (unrealized loss) menjadi 6,25%.
Cara seperti ini biasanya dipilih oleh investor padasaat krisis ekonomi seperti contohnya tahun 1998 dan tahun 2008. Saat itu banyak cerita investor yang menambah nilai investasinya saat masa krisis tersebut dan pada saat beberapa tahun setelahnya ketika pasar mulai membaik maka mereka mulai mendapatkan nilai keuntungan yang luar biasa.
2. Switching ke Jenis Produk Reksadana Lain
Pilihan ini bisa diambil jika dana investasi yang digunakan mempunyai tujuan investasi kurang dari setahun. Contohnya saat ini, kita sedang mempunyai investasi di produk reksadana saham, dengan kondisi portofolio yang mengalami kerugian yang belum terealisasi sekitar 5%. Akan tetapi dana investasi ini akan dicairkan dalam enam bulan kedepan. 
Agar waktu yang tersisa lebih optimal, maka lebih baik jika investasi reksadana yang dimiliki agar dipindahkan / switching ke produk reksadana yang lebih minim risiko seperti reksadana pendapatan tetap atau reksadana pasar uang. namun, perlu diperhatikan bahwa sebelum memindahkan produk tersebut, kita sebagai investor harus memeriksa terlebih dahulu produk reksadana mana yang sedang mempunyai kinerja lebih baik dibanding kinerja reksadana saham.

3. Cut Loss
Tindakan Cut Loss adalah tindakan paling akhir yang harus dilakukan karena merupakan pilihan yang paling menyakitkan bagi siapa saja. Cutt Loss adalah tindakan mencairkan seluruh investasi dalam posisi yang merugi. Seringkali alasan yang mendasari tindakan Cut Loss yakni dana yang digunakan untuk investasi adalah dana yang harus digunakan dalam waktu kurang dari sebulan. Pilihan Cut Loss diambil dengan asumsi bahwa kerugian yang akan kita alami menjadi lebih besar jika tidak dicairkan pada saat itu juga.

 Hal yang Dilakukan Saat Investasi Turun - Investasi yang Tenang dan Nyaman

Setelah membaca ulasan diatas tentang Hal yang Dilakukan Saat Investasi Turun tentunya membuat kita menjadi was-was. Akan tetapi, saya mempunyai tips agar kita bisa melakukan investasi yang Tenang dan Nyaman. Tips nya yakni selalu gunakan uang dingin. Apa itu uang dingin ? uang dingin adalah uang yang merupakan uang yang kita sama sekali tidak memerlukanya untuk jangka waktu yang sangat lama. Ketika berinvestasi, saya tidak pernah menggunakan uang panas karena kondisi pasar yang fluktuatif jika kita tidak cekatan maka hanya akan menghasilkan kerugian. Namun, jika kita menggunakan uang dingin maka se fluktuatif apapun kondisi pasar maka kita akan santai santai saja bahkan akan cenderung menambah nilai investasi dan malah menghasilkan keuntungan yang lebih besar dikemudian hari. Untuk anda yang berinvestasi dengan uang panas, jangan lupa cermati Hal yang Dilakukan Saat Investasi Turun.

Selasa, 21 April 2020

Menabung Reksadana: Manfaat dan Risiko

Zaman terus berganti dan begitupula beberapa kebiasaan lama yang perlahan namun pasti juga ikut berganti. Menabung adalah kegiatan menyimpan uang baik di bank ataupun di rumah yang dahulu seringkali dikampanyekan, saat ini mulai bergeser ke cara menabung modern yang salah satunya yakni menabung reksadana. Oleh karena itu, pada kesempatan ini YukBeliReksadana akan membahas tentang Menabung Reksadana: Manfaat dan Risiko. Kami akan menjelaskan secara singkat tentang manfaat atau apa saja yang bisa diterima oleh anda yang sedang menabung dengan cara baru ini. Penasaran apa saja manfaat dan risiko menabung reksadana ? Mari baca artikel ini sampai habis.

Menabung Reksadana: Manfaat dan Risiko
Menabung Reksadana: Manfaat dan Risiko


Menabung Reksadana: Manfaat dan Risiko - Reksadana Alternatif Menabung Era Modern

Sebagai orang yang lahir tahun 90an, tentu akan terbersit didalam pikiran anda apakah investasi reksadana dapat dijadikan pilihan alternatif untuk menabung? Bukankah reksadana mempunyai risiko yang tinggi ? Susah tidak ya jika saya mau memulai menabung reksadana ?

Jawaban atas pertanyaan awal anda adalah SANGAT BISA!. mengapa demikian? reksadana mempunyai berbagai jenis produk dan mempunyai risiko minim seperti tabungan dan deposito. Selain itu, reksadana mempunyai potensi keuntungan yang lebih besar dengan dana yang lebih terjangkau dan fleksibel sehingga memudahkan anda yang mempunyai modal terbatas. 
Reksa dana merupakan alternatif investasi yang sangat cocok bagi siapa saja, termasuk bagi anda yang mempunya waktu, dana, informasi, dan pengetahuan investasi yang terbatas. Tersedianya berbagai tipe reksadana, alternatif pilihan inipun bisa digunakan sebagai alternatif menabung. 

Baca Juga: Buka Rekening Reksadana Secara Online di Bibit ? Ini Panduan-nya!

Menabung Reksadana: Manfaat dan Risiko - Manfaat Menabung Reksadana

Bagi kami yang mengunakan reksadana untuk menabung, sedikitnya ada tiga manfaat yang kami rasakan selama menabung reksadana. Manfaat tersebut yakni:

1. Imbal hasil yang optimal
Umumnya tingkat imbal hasil reksa dana pasar uang biasanya lebih tinggi dibandingkan jasa giro atau tabungan dan deposito. Selain itu, imbal hasil yang didapatkan dari reksadana sama sekali tidak dikenai pajak yang artinya return yang anda dapatkan adalah hasil bersih.

2. Menabung Reksa Dana itu Mudah dan Murah
Menabung reksadana itu dapat dimulai dari nominal yang cukup rendah dan jumlahnya bisa disesuaikan dengan kemampuan menabung dan tujuan yang ingin dicapai. Apabila anda bandingkan dengan deposito, untuk menabung deposito biasanya dana minimal yang dibutuhkan adalah Rp 5.000.000 s/d Rp 10.000.000. Bagaimana dengan reksadana ? anda bisa memulai menabung reksadana hanya dengan nominal Rp 100.000. Cukup murah bukan ?

3. Bisa diambil kapan saja
Reksa dana bisa melakukan penarikan dana kapan saja dan tidak memiliki jangka waktu jatuh tempo. Hal tersebut merupakan keuntungan tambahan jika menggunakan reksadana menjadi salah satu alternatif menabung. Akan tetapi, memang perlu disadari bahwa waktu penarikan tidak secepat menarik uang pada saat di ATM, namun maksimal 3 hari kerja.

Baca Juga: Manajemen Keuangan Prinsip Pareto

Menabung Reksadana: Manfaat dan Risiko - Risiko Menabung Reksadana

Risiko utama menabung reksadana adalah penurunan nilai portofolio pada saat kita ingin menarik uang. Perlu diingat bahwa kita bisa mengambil uang yang ada di rekening reksadana kapan saja. Kemudian, pada saat jam transaksi pasar, tentu nilai reksadana yang kita miliki akan naik dan turun sesuai kondisi pasar. Akan tetapi jika anda memilih produk reksadana yang mempunyai risiko rendah tentu kenaikan atau penurunan aset tidak akan begitu ekstrim sehingga tidak begitu berpengaruh terhadap nilai portofolio anda pada saat penarikan dana.

Setiap pilihan investasi tentu mempunyai manfaat dan risiko yang melekat di instrumen reksadana, akan tetapi jika kita mengambil keputusan berdasarkan alasan yang kuat tentu keuntungan lah yang akan kita dapatkan. Setelah membaca artikel Menabung Reksadana: Manfaat dan Risiko ini, mau mulai menabung kapan rekan-rekan ?